Rabu, 01 Juli 2009

Pendidikan Anak

Pendidikan anak sangatlah penting karena mereka yang akan menjadi penerus bangsa.Mereka kelak yang akan menentukan maju mundurnya negara kita.Pendidikan anak yang dimulai sejak mereka masih dalam kandungan.Ketika seorang calon ibu sedang mengandung,dia maupun suaminya harus berbuat baik.Banyak contoh tentang anggapan orang jawa khususnya yang mengatakan bahwa ketika seoang wanita sedang hamil dia dilarang berbuat yang tidak baik contoh nya "aja ngelokke utawa mbatin eleke wong liya,mengko mundak anake turun" maksudnya "jangan mengejek atau memiirkan kejelekan atau kekurangan orang lain supaya anaknya tidak akan seperti orang yang dimaksud itu".Begitu pula dengan sang suami.Pernah terjadi di suatu daerah,ketika istri sedang hamil,sang suami membunuh tikus dengan sadisnya,sampai perut tikus tadi bedah,apa yang terjadi kketika anaknya lahir?sang bayi lahir normal tetapi bagian perutnya hanya terlindungi jaringan yang sangat tipis sehingga bagian isi perut terlihat.Padahal mereka orang yang tidak punya sehingga untuk biaya operasi menutup perutnya harus minta sokongan dari warga sekitarnya.
Hal di atas hanyalah sebuah contoh nyata bahwa pendidikan untuk anak sudah dimulai sejak dalam kandungan.Setelah itu pendidikan awal anak adalah didikan keluarga dan lingkungan sekitar.Jika pendidikan dalam keluarganya bagus,maka anak tersebut akan menjadi anak yang baik juga.Begitu pula lingkungan sekitar sangatlah menentukan karakter anak.Walaupun anak dilahirkan dari keluarga yang baik,jika lingkungan tidak baik bisa terjadi si anak menjadi anak yang tidak baik.Jadi antara keluarga dan lingkungan sekitar menjadi faktor utama penentu bagaimana si anak di kemudian hari.
Fenomena yang terjadi di era modern ini, pendidikan keluarga agak berkurang.Apalagi jika anak tersebut berada di lingkungan keluarga yang mengejar karir.Si ayah bekerja seharian,ibunya juga.Jadi pendidikan anak hanyalah diserahkan kepada pembantu.Anak lebih dekat dengan pembantunya dibanding dengan kedua orangtuanya. Dan sebagai pelarian anak akan bergabung dengan anak yang bernasib sama,kurang perhatian dari orang tua.Mereka hanya terpenuhi kebutuhan jasmaninya saja,tapi cinta dan kasih sayang dari orang tua yang mereka rindukan kurang mereka dapatkan.Bagaimana solusi untuk masalah ini? Karena emansipasi wanita yang berkembang sekarang, anak menjadi korban.Mereka jadi kurang terdidik secara rohani.Banyak dari orang tua yang mengandalkan pendidikan anaknya pada sekolah saja.Mereka merasa itu sudah cukup.Mereka hanya mendanai pendidikannya saja.
Apakah fenomena ini perlu jalan keluar?Apakah wanita cukup DRA (di rumah aja)?Ternyata wanita pula yang akan dipermasalahkan dalam hal ini.Banyak pria yang menganggap bahwa pendidikan anak itu tugas ibunya sehingga jika anak tidak naik kelas,bermasalah di sekolah dan sebagainya selalu ibu yang disalahkan.
Namun demikian banyak para ibu yang pandai mengatur waktu kapan dia harus bekerja dan kapan dia harus mengurus keluarga.Perilaku orang tuapun akan menjadi suri tauladan bagi anak.Anak akan lebih melihat fakta daripada teori.Jadi pendidikan bagi anak dapat dilihat dari banyak hal.Sebagai contoh orang tua melarang anaknya untuk nonton tv saat jam belajar,tetapi ketika anak di kamarnya belajar,orang tua nonton tv.Ini adalah salah satu contoh tetapi ini banyak terjadi.Orang tua melarang anaknya untuk ini atau itu tapi orang tua malah melakukannya.
Dari gambaran cerita di atas dapat disimpulkan bahwa yang perlu mendapat pendidikan tidak hanya anak,namun orang tua juga perlu mendapatkannya sehingga akan terbentuk keluarga yang damai,nyaman,tentram dan bahagia.